Teman



Kali ini aku mau sedikit review tentang film yang kemarin baru aku tonton, #TemanTapiMenikah. Hehehe.

Kemarin hari Sabtu pukul 15.00 WIB aku selesai mengurusi kekotoran yang ada di kosan. Emang sengaja hari itu niatku membersihkan kejorokanku setelah kutinggal selama jam berangkat-pulang kantor yang fluktuatif. Tapi ngga nyangka bisa selesai secepat itu.

Jam segitu aku sendiri sudah bersih, mandi maksudnya. hihihi. Niatnya mau tidur siang, tapi kok ngga kerasa ngantuknya. Iseng deh buka-buka instagram. Eh, ada film yang baru release lagi rame ternyata judulnya #TemanTapiMenikah. 

Film ini sih ceritanya jelas sudah bisa ditebak. Ceritanya sudah banyak terdengar di infotainment. Tapi kok kayaknya aku punya perasaan harus nonton ya setelah melihat-lihat Instagram Mbak Ayu dan Mas Ditto. Ya sudah dari pada gabut, aku pergi ke bioskop yang waktu tempuhnya dengan jalan kaki hanya 5 menit dari kosanku.

Benar saja di bioskop ramai. Hihihi. Ngga tau karena film ini baru lagi release atau lagi long weekend. Waktu beli tiket tempat duduk yang kosong sudah tinggal 1/3 dari isi studio theater, padahal itu masih 1 jam-an lagi jadwal diputarnya. Dan emang waktu nonton cuma tinggal sisa bangku satu baris depan.

Awalnya agak ragu sih, takutnya film ini kayak film Indonesia yang terakhir aku lihat. Publikasinya ramai, buku novelnya banyak yang beli, pemainnya sama, tapi ceritanya kok agak mengecewakan buat aku ya karena aku merasa ngga ada klimaksnya. Mungkin karena aku udah tua kali ya, bukan anak SMA lagi. :(

Meskipun pemainnya ada yang sama tapi ya sudahlah dicoba saja. Daripada di kosan gabut.

Waktu nonton film ini aku beneran fokus nonton. Penasaran habis ini ada apa dan suasananya terbawa banget.

Di film ini karakter Ditto sangaat menarik. Ditto kenal Ucha pertama kali di TV, sebelum dia langsung ketemu dengan sosok Ucha aslinya di sekolah. Saat itu dia sudah mulai tertarik dengan Ucha. Untungnya lagi Ditto satu SMP dan bersahabat dengan Ucha.

"Menemukan cinta yang tepat itu seperti nunggu bus. Lo harus nunggu di halte yang tepat dan naik dengan nomor bus dengan tujuan yang tepat. Jangan sampai salah naik bus atau nunggu di halte yang salah." - Ditto (#TemanTapiMenikah)

Ditto pun sudah tau nomor bus yang mau dia naiki dan selalu menunggu di halte yang dilewati bus tersebut. Dia menunggu selama 12 tahun sampai dia bisa naik bus itu, meskipun selama 12 tahun dia melalui banyak hal yang membuat dia tidak bisa naik bus itu padahal bus tersebut beberapa kali lewat di haltenya. Mulai dari belum punya uang untuk naik bus, busnya penuh, sampai dia salah naik bus.

Ucha adalah seorang artis muda dimana dia sudah berpenghasilan di masa dia masih sekolah. Ditto merasa dia bukan apa-apa untuk Ucha. Dia hanya siswa biasa yang tetap punya mimpi. Melalui semangat yang Ia terima selama mereka bersahabat Ditto memulai untuk meraih mimpinya satu persatu. Di sini lah ia sedikit demi sedikit mengumpulkan uang untuk naik bus sesuai nomor yang Ia maksud.

Selama 12 tahun Ucha dan Ditto punya kisah cinta masing-masing meskipun selalu berbagi keluh kesah bersama. Beberapa perempuan Ditto lalui namun tidak ada yang membuatnya yakin untuk mengakhiri kisahnya dengan hidup bersama. Kecuali Ucha (padahal ngga pernah pacaran sama Ucha).

Di saat Ucha hampir merasa menemukan suaminya, Rifnu, di situlah Ditto juga merasa sudah siap ada di samping Ucha bukan sebagai sahabatnya. Saat itulah bus yang Ditto mau naiki penuh padahal Ditto sudah punya uang untuk naik bus dan yakin itulah bus dengan nomor yang dia maksud.

Singkat cerita Ucha ternyata juga punya perasaan yang sama kepada Ditto. Ucha sering berbohong terhadap diri sendiri. Kali ini Ucha tidak bisa berbohong lagi, dan akhirnya Ditto naik bus yang dia mau deh. Yeay!

Cinta Ditto sederhana untuk Ucha selama 12 tahun. Ia hanya tidak mau membuat Ucha sedih. Caranya adalah dengan Ditto selalu ada untuk Ucha apapun dia di mata Ucha. Dengan mereka bersahabat, Ditto pun meraih mimpinya melalui kalimat-kalimat sederhana Ucha, termasuk mimpinya memiliki Ucha bukan sebagai temannya, tapi sebagai teman hidupnya.

Film ini adalah film Indonesia yang tidak membuatku menyesal menontonnya setelah Petualangan Sherina, Supernova, dan Rectoverso. Ceritanya sederhana tapi berhasil menyentuh perasaan. Waktu mau selesai filmnya aku terharu lihat scene yang ada Ayudia dan Ditto. :')

Dari film ini ada hal yang aku ambil. Perasaan manusia ngga ada yang tau kecuali Penciptanya. Kadang yang punya perasaan saja ngga tau perasannya bagaimana. Tapi manusia boleh berencana dan berusaha sesuai dengan apa yang dia rasakan. Sisanya tinggal minta Allah supaya diberikan jalan.

Meskipun tidak semua pernikahan adalah Happy Ending, namun setidaknya di film ini kebahagiaan buat kisah cinta Ucha dan Ditto adalah menikah. Happily Ever After Ucha dan Ditto! :D

PS : Soundtrack Film ini oleh Dengarkan Dia juga bagus!

Comments

Popular Posts