Mimpi
I am currently listening to "There Are Worse Things I Could Do". Lagu ini merupakan original soundtrack dari drama musik Grease yang terkenal di era 70an.
Terus langsung kepikiran tuh sama yang namanya mimpi. Benda yang belum ditemukan tapi terus menghantui pikiran dan perasaan. Benda ini dikenalkan dari sejak kamu sudah bisa berbicara. Tidak bisa diajarkan dan dideskripsikan oleh orang lain. Bentuk dan sifatnya kadang berubah sesuai keadaan dan orang yang mengetahuinya. Namanya selalu di sebut sampai si pendengar bertemu dengannya.
Lalu apa dong hubungannya sama lagu yang lagi di dengerin? Sebenernya ga tau banget sih ada apa ga hubungannya. wkwkwk. Ga deng, ada kok.
Akhir-akhir ini aku yang sedang libur dan menjalani KP ini dipusingkan dengan hal-hal macam mimpi ini.
Aku adalah anak ke-2 dari dua bersaudara yang mana kami semua adalah perempuan. Usiaku udah ga muda lagi. Aku 21 tahun di saat masih menempuh tingkat 4 untuk jenjang sarjana. Yang selalu aku garis bawahi adalah aku seorang "Perempuan".
So let me describe my thoughts these days to you.
Kita mulai dari lirik ini :
I could flirt with all the guys
Smile at them and bat my eyes
Dua hari yang lalu aku bercerita bagaimana ibuku bertemu dengan ayahku kepada teman sekamarku. Intinya adalah ibuku merupakan sesosok wanita yang selama menempuh perjalanannya bertemu si mimpi tidak berfikir bagaimana ia bercumbu untuk menghibur dirinya yang tidak mudah memenuhi kebutuhan dirinya dan orang lain.
Kata orang "buah jatuh tidak jauh dari pohonnya". Ternyata aku belum bisa mendapat kalimat itu pada diriku. Ibuku sangat merindukan mimpinya. Mimpi yang tidak dibangunnya sendiri. Mimpi yang ia tahu akan membangun mimpi orang lain. Dimana mimpi yang sesungguhnya ia tahu harus ia temui ia simpan sejenak tanpa dia kejar dengan berlari.
Next lyric :
I could stay home every night
Wait around for Mr. Right
Hmmm kenapa yaa lirik di atas juga worse thing you could do? Eh, coba ke lirik selanjutnya
Take cold showers every day
And throw my life away
On a dream that won't come true
Ya, bukan berarti sebagai perempuan ga boleh bergaul dengan laki-laki. Ga.
Wanita, kamu ga bisa cuma punya "mimpi" numpang hidup ke laki-laki yang super tajir, super pinter, super gentle, super ganteng, dan super sholeh (meh, mana ada juga sih). Eh bisa ga ya? Bisa sih, tapi ga sesempurna itu juga. bisa. Tapi ga bisa dengan duduk cantik di rumah, googling, elus-elus kulit, ngaca-ngaca lucu... Engga, engga.
Kalo laki-laki itu ada di puncak gunung kamu ga bisa cuma teriak dari pantai. Kalo laki-laki itu ada di gunung selamet, kamu ga bakal bertemu di gunung sindoro.
What I am saying is when you want to meet your great hubby, you have to be great too. But it is not about how great your hubby is tomorrow.
Mimpi kamu itulah yang membawamu kepadanya. Intinya He is the present for you. He will heal anythig you've suffered. Karena sesungguhnya laki-laki sempurna yang kamu mimpikan itu wont come true if only you take a shower. hehehe
Last lyric nih :
But to cry in front of you
That's the worse thing I could do.
Wanita emang mudah banget melakukan hal yang menyebabkan air mata keluar. Nah, ternyata ini ga begitu guna kalo you do it everytime you fail terus in front of seseorang atau beberapa orang lagi.
Dalam suatu perjalanan, lampu merah tidak hanya kamu yang dibuatnya berhenti. Tapi semua yang mematuhi aturan akan berhenti karenanya. Ketika pergantian musim (pancaroba) ga hanya kamu yang akan terkena flu. Some people will.
Sama halnya laki-laki. Udah ga zamannya wanita ngebedain diri sama mereka. Kalo mereka bicara kamu juga boleh bicara. Apalagi hanya "bermimpi" hal yang sangat tersembunyi dilakukan. Jangan terlihat menangis yaa di depan mereka.
Sudah dulu yaa, gengs. Meskipun aku bukan orang hebat dan bermimpi besar, semoga tulisan ini bisa sedikit membuat kamu menjadi manusia. hihihi.


Comments
Post a Comment